Miras Oplosan yang Berujung Maut

Di tengah-tengah serbuan obat-obatan modern, jamu dan ramuan tradisional tetap menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat kita. Tidak hanya masyarakat di pedesaan, masyarakat di perkotaan pun mulai mengkonsumsi obat-obatan tradisional ini. hampir di setiap sudut jalan kita dapat menjumpai kios jamu. Banyak para pedagang jamu tradisional yang menyalah gunakan merek tradisioanalnya. Bukan hanya jamu tradisional saja yang mereka jual, namun minuman keras juga mereka sediakan, walaupun hanya untuk pelanggan tertentunya saja.

Tidak hanya menjual minuman keras, banyak para pedagang yang mencampurkan jamunya dengan bahan racikan yang mereka buat sendiri, tanpa memikirkan kandungan apa saja yang telah dicampurkannya. Banyak orang yang menyebut campuran tersebut dengan jamu oplosan.

Oplosan tidak hanya di campurkan dengan jamu, tetapi minuman keras juga di oplos dengan campuran yang tidak jelas. Minuman keras atau miras oplosan ini banyak dicampurkan dengan minuman berenergi, susu, cola atau minuman bersoda, spiritus atau jenis miras yang lain atau obat – obatan lainnya. Tanpa mereka sadari miras yang mereka minum adalah racun yang akan merenggut nyawanya.

Menurut keterangan Hadi (nama samaran) 23 tahun, salah seorang pelanggan warung semacam itu mengakui, mereka mengetahui bahwa minuman yang di minum adalah oplosan. Terkadang ia yang meminta untuk dicampurkan dengan minuman berenergi untuk mengurangi rasa pahit pada bir atau rasa menyengat pada alkohol yang kadarnya lebih tinggi. Namun, Ahli farmasi dari ITB, Joseph I Sigit menjelaskan bahwa alkohol dan minuman berenergi memiliki efek berlawanan. Alkohol bersifat menenangkan, sedangkan suplemen berfungsi sebagai stimulan. Jika digabungkan, efeknya bisa memicu gagal jantung.

Banyak contoh korban meninggal dunia akibat miras oplosan, belum lama di daerah Jagakarsa sebuah toko jamu oplosan memakan korban delapan orang meninggal dunia, di duga sang penjual jamu mencampurkan bahan tambahan lainnya terlalu banyak sehingga para pelanggan miras oplosan mengalami keracunan. “Tersangka dijerat pasal 359 Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan juncto Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan juncto Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

One thought on “Miras Oplosan yang Berujung Maut

  1. Ping-balik: Miras Oplosan yang Berujung Maut « nisaazdiati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s