Mereka Hadir di Sekitar Kita

Hanya orang terpilih yang memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk yang tidak kasat mata bagi orang lain. Namun, bakat istimewa itu ternyata tidak selalu membuatnya bahagia. Perempuan yang kuliah disalah satu universitas swsata ini mengakui sering merasa tertekan.

Menurut pengakuan salah seorang teman, bakat ini sudah ia rasakan sejak duduk dibangku sekolah dasar, kadang-kadang melihat sosok yang tidak bisa dilihat orang-orang disekitarnya. Karena takut, pengelihatnnya tak ia hiraukan. Saat dia menceritakan tentang hal ini kepada keluarganya, mereka malah bilang “kamu hanya membayangkan yang tidak-tidak”. Ia pun lebih percaya pada omongan itu dari pada matanya. Tetapi, begitu menginjak remaja ‘penglihatan’ ia semakin jelas dan makin banyak keaneh yang terjadi. Indra keenam memberinya kemampuan untuk melihat makhluk halus.“Hal ini menyeramkan untuku, belum lagi rupa mereka yang aneh paling sering berwujud manusia, laki-laki, permpuan bahakan balita,” tuturnya.

Awalnya banyak orang yang tidak percaya pada penglihatnnya, termasuk saya dan temen-teman yang lain. Suatu ketika kami pergi untuk berlibur dan menginap di suatu villa, sebuah rumah tua ditengah perkebunan. Karena di villa yang kami tempati hanya ada dua kamar, maka kami tidur beramai-ramai. Lewat tengah malam mirza terbangun karena mendengar suara ribut-ribut dari arah pintu keluar menuju teras. Bersamaan dengan itu kuduknya terasa dingin seperti dilewati angin lembut tetapi sangat dingin. Ia, pun tersentak beberapa ‘gadis Belanda’ dengan pakaian zaman kolonial tampak berseliweran didepan pintu ruang tamu. Tak lama kemudian ia, melihat sejumlah ‘serdadu Belanda’ berbaris. Herannya, tak satu pun teman-temanya yang terbangun dengan hiruk-pikuk tersebut.

Karena tidak ingin membuat takut yang lain, ia pun mengubah posisi tidurnya, memunggungi teras, berdoa dan mencoba tidur kembali. Esoknya saat ia menceritakan pengalamnnya itu kepada teman-teman yang lain. Mereka tentu saja menjadi ribut dan segera mengajak pulang. Namun, sejak itulah kami mempercayai kalau ia benar-benar memiliki indra keenam.

Kalau banyak orang yang ingin memiliki indera keenam, lain halnya dengan dirinya. Jika ia boleh memilih, lebih baik kemampuan ini diambil saja.  saya sangat penakut dan tersiksa dengan kelebihan ini. Merasa frustasi, ia punsempat berpikir melakukan ‘penutupan aura’ supaya tak bisa melihat makhluk halus lagi. Namun setelah, dia berdiskusi dengan ibunya, dia mengurungkan niatnya  “kemampuan saya ini katanya, didapat secara turun-temurun  dari pihak keluarga bapak dan ibu. Hanya kemampuan berbeda-beda. Beberapa oarang dari keluarga saya hanya bisa merasakan, tidak sampai bisa melihat jelas seperti saya,” paparnya. Sejauh ini, saya hanya sungguh-sungguh meminta kepada Allah agar selalu dilindunginya dan tidak diberi penampakan atau firasat buruk menyangkut orang-orang yang saya sayangi.

Sejauh ini, orang-orang yang memiliki sensitifitas tertentu, misalnya bisa melihat masa depan, melihat makhluk halus atau bisa mendengar frekuensi suara diatas atau dibawah 20 disebel (frekuensi normal) disebut memiliki indra keenam, padahal belum tentu juga itu indra keenam. Bisa saja itu indra ketujuh, kedelapan dan seterusnya.

Menurut Monty Satiadarma, seorang Psikolog, kemampuan-kemampuan khusus tersebut memang belum diakui sebagai bagian dari ilmu psikologi. Bukan menolaknya, tapi karena belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Bagaimanapun, science memiliki empat persyaratan yang tidak dapat ditawar-tawar yaitu ada objeknya, metode, sistematika, dan berlaku universal. Karena itu, untuk sementra ini bakat-bakat istimewa itu masih dimasukan kedalam ranah prapisikologi (mirip-mirip psikologi atau belum menjadi psikologi). Bisa saja saat ini masih dikategorikan sebagai misteri. Tapi, kalu kelak sudah terjawab secara ilmiah, tentu namanya bukan misteri lagi.

Tentunya tidak ada yang salah pada mereka yang memiliki berbagai bakat khusu itu. Apalagi bila sampai disebut abnormal. Kalu bakat itu mau ditolak, silahkan. Tapi, kalau mau dikembangkan, juga tidak apa-apa. Namun, sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan. Bukan justru sebaliknya, menyesatkan dan membodohi manusia.

Posted by Nisa

One thought on “Mereka Hadir di Sekitar Kita

  1. Ping-balik: Mereka Hadir di Sekitar Kita « nisaazdiati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s