Behel : Antara Kesehatan dan Trend

Menjaga penampilan gigi agar senantiasa rapi bagi kaum Hawa maupun pria dapat diatasi dengan mengenakan behel. Karena Gigi yang tertata rapi dapat memberikan kita rasa percaya diri. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tata letak giginya sudah bagus untuk mengenakan behel atau braces (kawat gigi). Banyak alasan yang membuat orang memutuskan untuk memasang behel. Mulai dari masalah karena gigi maju atau bertumpuk, tapi ada juga yang memakai behel hanya sebagai tren saja.

Trend Kawat gigi atau behel mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Benda yang satu ini dikenal sebagai alat perapi gigi yang modern. Di Indonesia, penggunaan kawat gigi baru dimulai pada tahun 80-an dan semakin popular pada awal tahun 2000-an. Pada dasarnya kawat gigi berguna untuk memperbaiki fungsi pengunyahan, bicara, pengucapan dan estetika. Di awal tahun 2008,  ini tampil dengan gaya yang lebih bervariasi dan tentunya lebih menarik. Gambar atau hiasan pada kawatnya memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga banyak remaja yang memasang kawat gigi dengan tujuan ingin mengikuti trend agar terlihat gaul.

Walaupun demikian, hati-hati dengan efek samping kawat gigi, karena dapat lebih sering mengalami stomatitis (sariawan) disertai gigi yang ngilu, Kadang-kadang terjadi inflamasi gingiva (radang gusi) yang menyebabkan gusi mudah berdarah akibat adanya tekanan yang terlalu besar yang diberikan pada saat kontrol gigi, bisa menyebabkan nekrose jaringan, nyeri atau sakit yang dirasakan dikarenakan adanya proses Resorpsi dan aposisi ( hal ini yang menyebabkan gigi bisa berpindah). biasanya rasa nyeri ini akan hilang setelah 3-7hari. Adanya penumpukan makanan pada sela-sela gigi yang tidak dibersihkan, maka akan terjadi penumpukan plak dan menyebabkan karies, faktor estetis juga terganggu bila ada makanan yang menempel pada kawat gigi.

Meskipun fungsi utamanya bukan untuk hiasan, tapi kenyataannya, banyak orang menjadikan kawat gigi sebagai aksesoris. Bentuk serta bahan yang unik, menjadikan kawat perata ini menjadi penghias gigi. Padahal, tidak sembarang orang membutuhkan kawat gigi

Posted by Nisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s