Renungkan

pikiran kalut membawa saya membuka blog ALFITO DEANNOVA sosok idola  saya yang menginspirasikan kehidupan ini, hingga akhirnya salah satu artikelnya “sang kodok, kambing hitam dan saya”  membuat saya berkaca tentang Hidup dan Kejujuran..

selamat membaca,, smoga mnjadi renungan untuk anda..

sang kodok, kambing hitam dan saya

Tiba – tiba lagu “Sang Kodok” yang ditembangkan biduan legendaris, Benyamin S berputar – putar dikepala saya siang ini. Entah dari mana, ide ini nemplok dibenak saya : “Ini lagu soal ngeles berjamaah ya !” Secara filosofis, lagu ini bisa jadi contoh paling simpel sekaligus mengelitik tentang pencaraian kambing hitam dan pelampiasan kesalahan pada pihak lain atas apa yang terjadi/ tidak terjadi. Tak pernah saya ketiban inspirasi untuk menganalisis lagu sederhana yang entah sudah berapa ratus kali saya dengar seumur hidup itu. Tapi siang ini, seolah – olah Om Ben, meneriakkan substansi dibalik lagu yang dibawakannya secara jenaka itu. One thing leads to another ! Dipermukaan seolah – olah demikianlah adanya lirik lagu ini. Coba kita simak

T : Sang Bangau, Kenapa delap – delop?

J : Karena Sang Kodok kerak – kerok.

T : Sang Kodok, Kenapa kerak – kerok?

J : Karena Bang Orang pade ngorok

T: Bang Orang, Kenapa pada ngorok?

J : Karena Sang Kodok kerak – kerok.

Bangau dan Orang ngotot apa yang mereka lakukan disebabkan Kodok. Ini membuat Kodok, menjadi Sang “trouble maker.” Entah karena ngeles atau terpojok, Kodok yang kemudian ditanya lagi, “Kenape ente kerak – kerok?” menjawab dengan asal : “Mangkenye aye aye kerak kerok, bikin musik lagunye hosrok”..tuh, ngaco kan?

Pertanyaan :

  1. Apakah Sang Kodok sesungguhnya si Pembuat Onar atau Kambing Hitam?
  2. Seberapa besar sesungguhnya tingkat kemandirian sikap, kemerdekaan tunggal Bangau dan Orang?
  3. Benarkah ada level dependensi yang sangat besar terhadap Kodok, sehingga bagi Bangau dan Orang, seekor berudu uzur bisa mempengaruhi semesta mereka?

Dalam hidup banyak sekali excuse yang saya buat hanya untuk menyelamatkan muka , atau lari dari kenyataan, atau menyembunyikan kekurangan, atau meluapkan kekecewaan. Telunjuk saya kerap kali terangkat untuk mencari “batang hidung” lain yang “enak” untuk dinobatkan sebagai “sebab”

  • Kok  telat? ===> Macet!
  • Kenapa nggak lulus? ====> Dosennya sentimen!
  • Mengapa tidak bekerja? ===> Susah cari pekerjaan!
  • dan masih banyak lagi….

Jarang sekali rasanya, menunjuk hidung sendiri terlebih dahulu, sebelum mencari – cari kesalahan semesta , memutuskan faktor – faktor luarlah yang menjadi penyebab nan memberikan kontribusi utama akan kegagalan, kekalahan, kesalahan serta hal – hal negatif lain yang melekat, menimpa atau  mewujud dalam kehidupan saya.  Mengapa begitu? Mungkin karena saya tidak mau jujur terhadap diri saya, sendiri. Mungkin saya tidak mau mengakui dan menyadarkan diri sendiri, bahwa diluar segala topeng yang saya kenakan dengan harapan dapat mengelabui orang lain, saya hanyalah insan yang serba kurang, punya kelemahan dan jauh dari kesempurnaan. Mungkin saya ingin “mulia” menjadi cap yang selalu menempel, sehingga citra diri saya selalu baik, dan karena itu saya mulai melimpahkan kenistaan kepihak – pihak lain.

Pesan dari ini semua sesungguhnya (satu yang sering kali saya abaikan kehadirannya) adalah hikmah yang terkandung dari setiap peristiwa yang menimpa saya atau saya yang jadi penyebabnya tidak pernah terserap dengan baik, dan menjadi guru pembimbing hidup kedepan. Seribu Kambing Hitam akan dapat kita cari, tapi itu tidak membuat kita mau belajar atas makna yang selalu ada dibalik semua cerita.

3 thoughts on “Renungkan

  1. Ping-balik: Renungkan !!! « nisaazdiati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s