‘PDKT’

Massa PDKT atau pendekatan itu moment yang tak terlupakan. iyalah secara mau ngedapetin hati cewe yang disukainya, tentunya dengan kata-kata manisnya. Segala jurus di keluarkan, dari rayuan sampai perhatian maut yang bikin cewek klepek-klepek. Akhirnya cewe menyerah, merasa nyaman dan berbalas perhatian.

Setiap pagi selalu namanya yang tertera di layar ponsel ku. Dialah orang pertama yang selalu mengucapkan selamat pagi buatku. Awalnya aku acuh menanggapinya, risih mungkin karena tlah lama membiasakan diri tanpa perlakukan seperti itu. Aku menyerah, aku merasa tak enak karena dia ada disekitarku. Aku harus lebih sopan dengannya. Lama kelamaan semakin akrab dan komunikasi semakin intens. Yaaaaa seperti yang bisa di tebak. Saling perhatian, dan bla bla bla.. tanpa status tentunya.

sungguh aku berusaha mengacuhkan semua ini,tak mau memperlihatkan perasaanku, karena aku masih ragu ini hanya sementara atau tak akan bertahan lama. Aku masih meyakinkan diriku sendiri dengan sebuah kalimat dari seseorang yang sampai saat ini masih aku ingat “Jatuh cintalah saat kamu benar-benar siap, jangan jatuh cinta hanya karena kamu kesepian”.

Aku menimbang-nimbang semua perasaanku, waktu terus berjalanan dia yang mengisi hari-hariku. Dia menghipnotisku, mengisi kenyamanan yang tlah lama ditinggalkan. Dia tak banyak bicara. Namun perlakuan manisnya membuat setiap wanita merasa nyaman berada disisinya.

hari demi hari dilewati, nyatanya aku tak mampu mengiyakan rasa ini, rasa yang sungguh tak mau ini hanya sesaat. aku ragu, dan semakin ragu saat hati ini merasa kau tak mampu menyakinkanku. tidak butuh waktu lama menyadari ini, antara kamu dan aku. akan ketidaksiapan kita. akan keraguan kita.

setidaknya, aku sudah mempersipakan ini sedari awal, sedari menyadari kau tak akan lama berada disisiku, bukan ku tak meyakinimu, tapi kewajibanmu kelak yang akan meninggalkanku, dan keyakinanmu akan akupun tak nampak mengukir keyakinan dalam hati.

Terimakasih kau telah hadir dalam hidupku, menemani hari-hari yang singkat ini. mengingatkan akan hal-hal kecil yang sudah lama aku sepelekan. terimakasih akan kenyamanan yang begitu hangat. waktu terus berjalan dan entah kini kau berada dimana, dengan siapa, dan yang pasti aku titipkan kenangan singkat kita, sebagai hadiah meninggalkan warna warni Jakarta.

untukmu, Si-mas’ku..🙂
*re : Februari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s