Langkah

Satu persatu dilalui,ditapaki hingga aku tersadar aku telah melangkah cukup jauh, bahkan perlahan berada ditengah, sejenak aku menoleh sudah cukup banyak yang ku lalui, melalui semuanya tanpa ku sadari sangat berarti bagi dia, ingin aku mengeraskan hati, melemahkan perasaan, entah apa yang terjadi jika mememang itu aku lakukan, tak terbayangkan semua itu akan terjadi, biarlah semua itu jadi isapan jempol belaka, menjadi angan-angan bodoh yang ada dikepala batu ini. Kepala yang terkadang masi tunduk dengan hati, namun hati tak pernah memikirkan kepala. Kini kaki harus ku kayuh kembali, memutar otak mencari peluang yang jauh lebih baik, bersama restu’mu, restu yang aku yakini ada bersama setiap langkahku.
Semuanya begitu cepat, sangat cepat, pernak pernik ini sudah mulai dipersiapakan, semua orang begitu larut ikut meramaikannya, begitu antusias menyambutnya, haru biru menggelayuti hati ini, sejenak luluh melihat semangat mereka, bahkan aku? Yang mungkin mereka bilang sebagai pemeran utama, masi tersantai dikursi kenyamanan ini hingga waktu itu tiba kursi ini akan aku berikan kepada yang berhak menggantikan’ku, berat mencari pengganti diri, apa daya semua ini terjadi begitu saja, begitu cepat seiring dengan berjalannya langkah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s