Ini Khitbahku..

Hmm, sebenarnya peristiwa ini sudah lebih dari satu bulan berlalu sih, tapi malas baru sempat nulis. Ceritanya gw sudah resmi dikhitbah sama abang. Dalam bahasa Arab, Khitbah berarti meminang atau pinangan. Lebih gampangnya disebut lamaran. Intinya sih supaya keluarga besar gw sama abang semakin saling mengenal. Ya krna kita beasal dari satu suku daerah alias betawi, jadi otomatis acara khitbah ramai sekali secara sama2 kelrga besar.
Alhamdulillah berkah,, itu yang diminta doa dari kelrga bwd kelangsungan acara pernikahan kita nanti hingga kelak menjadi kelrga sakinah mawahdah warahmah,,, aamiin
Sebelum lamaran, sia abang udah ribet bin rempong loh, secara si abang anak semata golek alias the one and only alias tunggal. Hal yang diribetin adalah : “Nanti aku sama keluarga aku bawa apa aja ya ke rumah kamu?” Bawa kamu aja udh cukup bang, hahahaa… *maksud hati biar nenangin malah dicubitin* hufff
Jadi dalam lamaran adat betawi, akan bawa seserahan lamaran plus klo kata oranga jawa bawa peningset (ini apa ya bahasa Indonesianya? Pengikat kali ya) untuk dikasih ke gw. Akhirnya setelah konsultasi tanya orang tua ini itu kami sepakat untuk seserahan lamaran kue-kue dan buah-buahan aja yang penting jumlah yang dibawa harus ganjil.
Tepat jam 10 pagi, abang beserta rombongan keluarganya sampai. Oiya, gw belum boleh keluar kamar saat itu. Jadi ceritanya, gw yang mau dilamar diumpetin dulu di dalam kamar. Gw baru boleh keluar setelah dipanggil. Hadeuuhh, dag dig dug dhueerr, salting bukan kepalang..
Singkat cerita selesai acara perkenalan dan juru bicara keluarga abang menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar gw, tiba saatnya Pakdhe memanggil gw yang di dalam kamar untuk keluar dan memberikan jawaban atas lamarannya alhamdulillah papa yang menjawab pertanyaan tersebut tentunya atas persetujuan gw,
Seisi ruangan serempak mengucap Alhamdulillah. Ibunya abang lalu memasangkan cincin ke jari gw sebagai peningset. Jadi gw ibaratnya sudah diikat sama abang dan nggak boleh berpindah ke lain hati… *uhuyy Akhirnya acara khitbah ini selesai dengan lancar. Setelah berdoa bersama, acara ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama. Setelah adzan Dzuhur berkumandang, keluarga abang pamit pulang. Kalau tadi mereka datang bawa seserahan lamaran, pulangnya keluarga gw memberikan angsul-angsul, untuk membalas seserahan lamaran yang tadi keluarga abang bawa. Isi balesannya juga hampir sama kok sama seserahan lamaran, yaitu kue-kue dan buah-buahan dengan jumlah yang ganjil.
Puji syukur ke hadirat-Mu Yaa اَللّهُ atas segala kebahagiaan yang Engkau berikan. Doakan yaaa temans, kami lancar-lancar sampai ke pelaminan. Waktunya masih panjang nih. Katanya setelah lamaran dan selama persiapan pernikahan, gesekan-gesekan dan berantem-berantem bakalan makin sering terjadi. Apalagi nanti mendekati hari H pernikahan, pasti makin “stress”. Mudah-mudahan gw sama abang bisa melewati semua halangan dan rintangan ini dengan muluuusss… Aamiin Yaa Robbal Alaamiin… (^_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s