Polisi juga Manusia

Dari arah Kelapa Dua, icha sapaan akrabnya melaju dengan kecepatan 40 km/jam menggunakan sepeda motornya melewati perempatan jalan Margonda Raya. Nampak dari kejauhan seorang lelaki berdiri dipersimpangan jalan sedang mengatur lalu lintas, selang beberapa kilometer kemudian terlihat mobil patroli polisi yang sedang terparkir disebrang jalan, tidak jauh dari kendaraan itu nampak para petugas Dinas Lalu lintas yang berjumlah 7 orang sedang sibuk memberhentikan dan memeriksa kelengkapan surat – surat pengendara sepeda motor.

Tanpa berpiki untuk berbelok arah perempuan ini terus melaju dengan sepeda motornya, sesampainya dipersimpangan jalan diapun diberhentikan oleh seorang polisi lalu lintas. Ekspresi muka panik, jantung berdegup kencang yang dirasakan mahasiswi salah satu Universitas swasta itu. Diapun menghentikan kendaraanya ketepi jalan, tidak lama kemudian polisi itu menghampirinya berkata ”selamat siang, tolong perlihatakan STNK dan SIM Saudari” dengan perlahan icha membuka tasnya mengambil STNK yang tersimpan didalam dompet, diserahkan STNK itu dan tidak lama kemudian polisi itu bertanya ”mana SIM anda?” ichapun menjawab “sedang dibuat pak”. Perdebatan pun semakin panjang dan membuat dirinya kesal dengan sikap polisi yang arogan itu. icha terus mengikuti langkah kaki pria yang berumur hampir 40 tahun itu mendekati mobil patroli yang sedang terparkir dipersimpanagn jalan. Read More

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s